Hujan Apasih

                Hujan, suaranya rintik-rintik. Katanya kalau hujan katak-katak pada seneng. Banyak juga orang yang suka sama hujan. Aku juga seneng sama hujan. Tapi kadang suka melow kalau hujan. TIba-tiba aja jadi ngebayangin lagi ada di bus, duduk di bagian paling kanan, mandangin jendela bus yang ada aliran air hujan mirip gletzer.
Aku seneng ada hujan. Para petani juga seneng kalau hujan. Sawah-sawah semua subur.
                Di sebuah kamar, sendiri, suara hujan dan petir menyambar. Hujan itu ngajarin kita bersyukur. Bersyukur nggak kehujanan. Kadang-kadang ada orang yang kesel sama hujan,katanya bikin basah kuyup. Ia emang sih kadang ngeselin. Tapi hujan banyak enaknya, buat yang lagi galau itu yah bisa lebih menjiwai perannya. Pasang headset, matiin lampu kamar, hidupin kenangan mantan. Hujan juga menandkan kalau air masih mengalir, masih menguap, masih bisa jatuh dari awan.
                Ngomongin awan, dulu pasti nggak aku aja yang mikir kalau awan itu bisa dicari dan di pegang, diplastikin trus bawa pulang. Tapi ada sih seniman luar negeri yang bikin awan di ruangan, dia nyesuaiin sushu udara cahaya dan lain-lain, namanya aku lupa, search aja di maha guru google.
                Hujan kadang-kadang bikin banjir juga, di kota-kota besar terutama. Yah hujannya yang di salahin. Beritanya gini “Hujan lebat 1 hari daerah kota maju makmur kebanjiran”, seharusnya sih judul beritanya tu “Masyarakat kota maju makmur buang sampah sembarangn, baru hujan sehari udah kebanjiran”.

                Yah aku seneng hujan…

19/4/14 Di sebuah kamar

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Beranda